Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2009

Don’t Panic when Your files were deleted

Mungkin anda akan mengalami seperti yang saya alami. Pekerjaan yang terkumpul dalam sebuah folder, secara tidak sengaja terhapus. Bukan hanya sepuluh atau dua puluh berkas, tetapi ratusan hingga ribuan berkas. Bahkan bila menghitung size berkas, cukup lumayan banyak yaitu hampir 10 Gb. Berdasarkan kata “suhu”, berkas yang telah didelete dapat dicari di Recycle Bin. Namun ternyata tidak ditemukan di recycle bin tersebut. Waduh… bagaimana caranya? Maka gunakan beberapa langkah berikut: Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah tidak panik. Cukup banyak software yang dapat me-recover file yang terhapus. Namun bila harus melakukan pembelian maka perlu waktu. Untuk itu, carilah freeware yang dapat me-recover data yang terhapus. Misalnya dengan mengunjungi url: www.recuva.com atau www.undeleteunerase.com . Unduh freewarenya. Install jika harus install. Tetapi saran saya sebaiknya gunakan yang portable saja. Maka lakukan recover.

Kemiskinan dan Sedekah

Dalam sebuah sinetron reliji “Para Pencari Tuhan jilid 2” dikisahkan tentang seorang bernama “Jalal”. Pak Jalal, begitulah biasa dipanggil oleh orang di kampungnya. Ia seorang yang sangat kaya. Memiliki harta yang berlimpah dan tahu bahwa banyak orang yang berharap pada bantuannya. Suatu ketika ia ingin ber”sadaqah”, tetapi tidak ditemukan orang yang layak mendapatkan sedekahnya. Ia bertanya pada seorang nenek apakah ada kesulitan dalam hidupnya, dikatakan tidak. Ia bertanya kepada orang lain, apakah anaknya memerlukan biaya, orang itu berkata tidak. Bahkan ketika ia bertanya kepada pengurus RT dan RW tentang siapa yang dikatakan miskin, pengurus mengatakan tidak ada. Mungkin para bloger telah menyaksikan sinetron ini. Ditengah menonton sinetron tersebut ada yang berkomentar, ”Salah sendiri bertanya-tanya. Kalau mau memberi, ya beri saja”. Tetapi ada satu hal yang menggelitik saya yaitu ”bila orang miskin tidak ada”, betapa sulitnya orang untuk berbuat kebaikan melalui sedekah...

Antara Fakta, Etika, dan Kebenaran

Ketika saya menyampaikan materi tentang Etika dalam sebuah diklat, seorang peserta bertanya apakah kaitan antara fakta, etika, dan kebenaran. Mau tidak mau saya harus berpikir kembali, setidaknya menebak kemana arah pertanyaan tersebut. Pengertian etika telah saya berikan dengan berbagai teori yang pernah saya pelajari. Akan tetapi, teori tersebut tampaknya belum memuaskan sebagian orang. Oleh karena itu, saya harus membenahi kembali pemahaman peserta tentang etika. Banyak yang memberikan konsep dan definisi tentang etika untuk memudahkan pemahaman dan pengertian tentang etika. Bahkan ketika harus mengelompokkan etika tersebut, maka berbagai pendekatan telah diberikan. Etika dalam pengertian teologis, sosiologis, naturalis, dan sebagainya. Namun demikian, benang merah yang ada tak lain adalah tentang nilai ataupun norma yang telah disepakati dalam sebuah komunitas. Nyatabya, etika tidak selalu merujuk pada kebenaran atau fakta. Akan tetapi, etika hanyalah untuk mengatur sistem ...

Kisah Pasukan Katak

Suatu hari seorang perwira menyuruh seorang prajurit untuk mengambil amunisi yang tersimpan didasar laut. Pesan sang perwira tersebut adalah "Ambillah amunisi itu sebanyak-banyaknya. Jangan sampai musuh mengambil sebutirpun". Sebelum menyelam ke dasar lautan, sang perwira membekali prajurit tersebut dengan peralatan menyelamnya. Lengkap dengan tabung oksigen dan semua persenjataan yang diperlukan. Tidak terlupakan, tempat amunisinya. Tidak lama kemudian, sang prajurit mulai terjun ke dasar laut dan mulai menyelam. Satu per satu fauna di lautan dia lihat. Banyak ikan yang indah dan beraneka warna. Demikian juga floranya. Tanaman laut yang bergoyang-goyang seolah melambai-lambai mengajak sang prajurit tersebut untuk bermain. Bintang laut yang terdapat didasar lautpun mempesona untuk dilewatkan. Setelah sekian lama ia berada didasar laut dan menyaksikan keindahan flora dan fauna laut tersebut, tiba-tiba alat pengukur udara yang dibawanya berbunyi. Sang prajurit tersebu...