Postingan

Menampilkan postingan dari 2009

Pencari Mutiara

Suatu hari seorang perwira menyuruh seorang prajurit untuk mengambil amunisi yang tersimpan didasar laut. Pesan sang perwira tersebut adalah "Ambillah amunisi itu sebanyak-banyaknya. Jangan sampai musuh mengambil sebutirpun". Sebelum menyelam ke dasar lautan, sang perwira membekali prajurit tersebut dengan peralatan menyelamnya. Lengkap dengan tabung oksigen dan semua persenjataan yang diperlukan. Tidak terlupakan, tempat amunisinya. Tidak lama kemudian, sang prajurit mulai terjun ke dasar laut dan mulai menyelam. Satu per satu fauna di lautan dia lihat. Banyak ikan yang indah dan beraneka warna. Demikian juga floranya. Tanaman laut yang bergoyang-goyang seolah melambai-lambai mengajak sang prajurit tersebut untuk bermain. Bintang laut yang terdapat didasar lautpun mempesona untuk dilewatkan. Setelah sekian lama ia berada didasar laut dan menyaksikan keindahan flora dan fauna laut tersebut, tiba-tiba alat pengukur udara yang dibawanya berbunyi. Sang prajurit tersebu...

Statistik Dasar

Sesuai dengan namanya, statistik dasar merupakan kegiatan pengumpulan informasi yang bersifat dasar/umum yang dapat digunakan oleh berbagai instansi pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat umum. Untuk memenuhi hal tersebut, maka statistik dasar lebih menitik beratkan pada luasnya cakupan wilayah (nasional maupun regional) serta banyaknya sektor yang dicakup (lintas sektor), sedangkan isian variabelnya sederhana. Dalam penggunaanya, statistik dasar umumnya digunakan sebagai informasi gambaran dasar guna merencanakan kegiatan ataupun menentukan kebijakan lebih lanjut. Instansi pemerintah maupun pihak swasta selanjutnya dapat melakukan kegiatan statistik yang lebih rinci, yang lebih bersifat sektoral ataun lebih spesifik (khusus). Statistik dasar mencakup statistik bidang ekonomi, bidang kesejahteraan rakyat, dan bidang-bidang lainnya yang jenis dan ragamnya telah dan akan dikembangkan oleh BPS. Statistik bidang ekonomi mencakup statistik pertanian, statistik industri, statistik perda...

BPS dan Sistem Statistik Nasional

Sistem Statistik Nasional (SSN) merupakan salah satu pemikiran yang sangat efektif dalam menjembatani permasalahan pengumpulan data. Hal ini tertuang dalam pasal 3 dan 4 UU No. 16 Tahun 1997 serta Pasal 59 PP No. 51 Tahun 1999. Guna menindaklanjuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, BPS, sebagai lembaga yang diberikan tugas, telah menyusun langkah-langkah untuk mewujudkan dan mengembangkan SSN tersebut. Hal ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPS No. 5 Tahun 2000. Pada hakekatnya, Sistem Statistik Nasional merupakan tatanan yang terdiri atas unsur-unsur kebutuhan data statistik, sumber daya, metode, sarana dan prasarana, ilmu pengetahuan dan teknologi, perangkat hukum, dan masukan dari masyarakat statistik yang secara teratur dan saling berkaitan, sehingga membentuk totalitas dalam penyelenggaraan statistik. Dalam Sistem Statistik Nasional, diperlukan adanya koordinasi antar penyelenggara kegiatan statistik. Jika memungkinkan, maka beberapa kegiatan dapat diintegrasikan untu...

Don’t Panic when Your files were deleted

Mungkin anda akan mengalami seperti yang saya alami. Pekerjaan yang terkumpul dalam sebuah folder, secara tidak sengaja terhapus. Bukan hanya sepuluh atau dua puluh berkas, tetapi ratusan hingga ribuan berkas. Bahkan bila menghitung size berkas, cukup lumayan banyak yaitu hampir 10 Gb. Berdasarkan kata “suhu”, berkas yang telah didelete dapat dicari di Recycle Bin. Namun ternyata tidak ditemukan di recycle bin tersebut. Waduh… bagaimana caranya? Maka gunakan beberapa langkah berikut: Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah tidak panik. Cukup banyak software yang dapat me-recover file yang terhapus. Namun bila harus melakukan pembelian maka perlu waktu. Untuk itu, carilah freeware yang dapat me-recover data yang terhapus. Misalnya dengan mengunjungi url: www.recuva.com atau www.undeleteunerase.com . Unduh freewarenya. Install jika harus install. Tetapi saran saya sebaiknya gunakan yang portable saja. Maka lakukan recover.

Kemiskinan dan Sedekah

Dalam sebuah sinetron reliji “Para Pencari Tuhan jilid 2” dikisahkan tentang seorang bernama “Jalal”. Pak Jalal, begitulah biasa dipanggil oleh orang di kampungnya. Ia seorang yang sangat kaya. Memiliki harta yang berlimpah dan tahu bahwa banyak orang yang berharap pada bantuannya. Suatu ketika ia ingin ber”sadaqah”, tetapi tidak ditemukan orang yang layak mendapatkan sedekahnya. Ia bertanya pada seorang nenek apakah ada kesulitan dalam hidupnya, dikatakan tidak. Ia bertanya kepada orang lain, apakah anaknya memerlukan biaya, orang itu berkata tidak. Bahkan ketika ia bertanya kepada pengurus RT dan RW tentang siapa yang dikatakan miskin, pengurus mengatakan tidak ada. Mungkin para bloger telah menyaksikan sinetron ini. Ditengah menonton sinetron tersebut ada yang berkomentar, ”Salah sendiri bertanya-tanya. Kalau mau memberi, ya beri saja”. Tetapi ada satu hal yang menggelitik saya yaitu ”bila orang miskin tidak ada”, betapa sulitnya orang untuk berbuat kebaikan melalui sedekah...

Antara Fakta, Etika, dan Kebenaran

Ketika saya menyampaikan materi tentang Etika dalam sebuah diklat, seorang peserta bertanya apakah kaitan antara fakta, etika, dan kebenaran. Mau tidak mau saya harus berpikir kembali, setidaknya menebak kemana arah pertanyaan tersebut. Pengertian etika telah saya berikan dengan berbagai teori yang pernah saya pelajari. Akan tetapi, teori tersebut tampaknya belum memuaskan sebagian orang. Oleh karena itu, saya harus membenahi kembali pemahaman peserta tentang etika. Banyak yang memberikan konsep dan definisi tentang etika untuk memudahkan pemahaman dan pengertian tentang etika. Bahkan ketika harus mengelompokkan etika tersebut, maka berbagai pendekatan telah diberikan. Etika dalam pengertian teologis, sosiologis, naturalis, dan sebagainya. Namun demikian, benang merah yang ada tak lain adalah tentang nilai ataupun norma yang telah disepakati dalam sebuah komunitas. Nyatabya, etika tidak selalu merujuk pada kebenaran atau fakta. Akan tetapi, etika hanyalah untuk mengatur sistem ...

Kisah Pasukan Katak

Suatu hari seorang perwira menyuruh seorang prajurit untuk mengambil amunisi yang tersimpan didasar laut. Pesan sang perwira tersebut adalah "Ambillah amunisi itu sebanyak-banyaknya. Jangan sampai musuh mengambil sebutirpun". Sebelum menyelam ke dasar lautan, sang perwira membekali prajurit tersebut dengan peralatan menyelamnya. Lengkap dengan tabung oksigen dan semua persenjataan yang diperlukan. Tidak terlupakan, tempat amunisinya. Tidak lama kemudian, sang prajurit mulai terjun ke dasar laut dan mulai menyelam. Satu per satu fauna di lautan dia lihat. Banyak ikan yang indah dan beraneka warna. Demikian juga floranya. Tanaman laut yang bergoyang-goyang seolah melambai-lambai mengajak sang prajurit tersebut untuk bermain. Bintang laut yang terdapat didasar lautpun mempesona untuk dilewatkan. Setelah sekian lama ia berada didasar laut dan menyaksikan keindahan flora dan fauna laut tersebut, tiba-tiba alat pengukur udara yang dibawanya berbunyi. Sang prajurit tersebu...

Sekilas tentang Komponen Pelayanan

Menjadi penyedia jasa yang berkualitas merupakan impian atau lebih sering disebut dengan visi lembaga publik. Bagi pengguna fasilitas lembaga publik, makna jasa yang berkualitas dapat dimaknai dengan dua pendekatan. Kualitas produk fasilitas yang dimiliki dan kualitas layanannya. Kualitas jasa yang disedia oleh sebuah lembaga publik tidak cukup hanya didasarkan pada kualitas produk yang disediakan tetapi juga pada cara berinteraksi antara lembaga publik tersebut dengan penggunanya. Oleh sebab itu, terdapat beberapa penilaian kualitas yaitu kualitas produk dan kualitas layanan. Salah satu upaya dan komitmen yang dimiliki lembaga publik adalah menyediakan unit layanan bagi para pengguna. Salah satu upaya untuk mewujudkan dan membuktikan tekad tersebut adalah adanya kebijakan satu pintu untuk pelayanan. Akan tetapi, tekad ini masih perlu mendapatkan dukungan secara komprehensif dan integral dari seluruh unit kerja, bila unit tersebut tidak hanya merupakan satu-satunya unit penghasil...

Pronografi dan Persepsi Manusia

Pada awal 2006 pembicaraan Undang-Undang anti pornografi dan pornoaksi mulai ramai didiskusikan, terlebih lagi adanya rencana penerbitan playboy Indonesia pada pertengahan 2006. Pembicaraan di badan legislatif juga tak kalah serunya dengan adanya uraian air mata dari artis dangdut yang merasa disudutkan oleh artis yang lain. Pembicaraan UU anti pornografi dan pornoaksi ini telah memasuki babak baru yang cukup menarik. Dalam ulasan ini akan disampaikan tentang pornografi bagaimana seharusnya kita menyikapi sebuah stempel pornografi. Saya sendiri tidak sependapat dengan adanya pornografi, tetapi saya juga menghindari kemungkinan saya untuk mendakwa orang dengan persepsi yang salah. Jika kita menjelajah dalam dunia maya yakni internet. Kita akan mendapati begitu banyak situs yang berbau sensual dan “porno” dapat ditemukan. Hampir diseluruh belahan dunia memiliki situs tersebut. Termasuk Indonesia. Bahkan gambar dan film gratispun dapat di download dengan mudah dari sebuah situs. ...

Golput dan Fatwanya

Seruan Gusdur agar pengikutnya golput mendapatkan berbagai tanggapan dari berbagai politisi. Salah satunya adalah adanya permintaan fatwa MUI. Hal tersebut bukan sekedar menjadi wacana. Bahkan sebuah stasiun televisi membuka ajang debat terhadap isu ini. Berbagai tokoh dari kalangan partai politik, agama, dan masyarakat juga terlibat di dalamnya. Dan akhirnya, MUI mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa Golput tersebut haram. Masalah golput tidak berhenti sampai disitu, tampaknya berlanjut dengan berbagai komentar dari banyak kalangan. Pengharaman sikap golput menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas saat ini. Fatwa tersebut tentunya untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pemilu. Berbagai keuntungan akan diperoleh bila seluruh pemilih menggunakan haknya. Akan tetapi, permasalahan tersebut apakah akan selesai dengan keluarnya fatwa, masih merupakan tanda tanya. Setidaknya terdapat dua kelompok dalam menyikapi fatwa tersebut. Kelompok pertama...