METADATA
Metadata sering diartikan informasi mengenai data atau data tentang data. Batasan tersebut tampaknya tidak lagi tepat untuk memberikan pemahaman tentang metadata. Dalam berbagai referensi, metadata kemudian dapat diartikan sebagai informasi terstruktur yang menggambarkan, menjelaskan, menunjukkan tempat, atau lainnya yang membuat proses pengambilan, penggunaan, dan pengelolaan sumber informasi menjadi lebih mudah.
Istilah metadata saat ini digunakan oleh berbagai kalangan sehingga batasan metadata yang digunakan dapat berbeda dalam komunitas yang berbeda. Sebagian menggunakan untuk merujuk pada informasi yang dapat dipahami tentang suatu peralatan atau mesin. Sementara yang lain menggunakan hanya untuk menggambarkan perekaman sumber elektronik. Dalam kepustakaan lingkungan misalnya, metadata biasanya digunakan untuk berbagai skema formal yang berkaitan dengan deskripsi sumber daya yang penerapannya untuk berbagai jenis objek, baik digital maupun non-digital. Dalam katalog perpustakan tradisional, bentuk metadata standar seperti MARC 21 dan berbagai rangkaian aturan yang digunakannya seperti AACR2. Metadata yang lain dikembangkan untuk menggambarkan berbagai jenis objek tekstual maupun non-tekstual termasuk buku-buku yang dipublikasikan, dokumen-dokumen elektronik, objek seni, materi pendidikan dan pelatihan, dan serangkaian data ilmiah.
Dalam Generic Statistical Business Process Model (GSBPM), metadata perlu ada mulai perencanaan hingga diseminasi statistik. Adapaun metadata statistik merupakan informasi yang menggambarkan atau mendokumentasikan tentang data statistik. Metadata statistik memfasilitasi pembagian, pencarian, dan pemahaman data statistik. Dengan metadata statistik akan diperoleh gambaran yang lebih detail seperti terminologi dan definisi, klasifikasi, lokasi data statistik, metodologi, dan publikasinya.
Menurut Lenz (1994) terdapat dua jenis data statistik yaitu data mikro dan data makro. Data mikro merupakan data tentang karakteristik unit populasi seperti individu, rumah tangga, perusahaan, dan sebagainya yang dikumpulkan dengan cara sensus, survei, dan eksperimen. Data makro merupakan data yang dibangun dari data mikro dengan cara-cara statistik berdasarkan kelompok atau agregat, seperti jumlah, frekuensi, dan rata-rata.
Berdasarkan Undang-Undang no 16/1997 tentang Statistik, di Indonesia kegiatan statistik dibagi menjadi tiga yaitu kegiatan statistik dasar, sektoral, dan khusus. Dengan demikian, metadata kegiatan statistik yang dikumpulkan juga dapat dikelompokkan menjadi tiga mengikuti pembagiannya. Metadata kegiatan statistik dapat dilihat lebih detail dalam http://sirusa.bps.go.id.
Terdapat beberapa pengelompokan metadata. Ada yang membagi metadata menjadi metadata deksriptif, teknis, dan fisik. Ada pula yang mengelompokkan menjadi metadata deskriptif, structural, dan administrasi. Walaupun demikian, istilah-istilah tersebut relatif memiliki kemiripan. Misalnya metadata struktural lebih mirip dengan metadata teknis, sedangkan metadata administrasi mirip dengan metadata fisik. Apapun pengelompokkan metadata yang berkembang saat ini, dalam pembahasan ini pembagian akan dilakukan sebagaimana terdapat dalam NISO, yaitu deskriptif, struktural, dan fisik.
Metadata dapat menjelaskan sumber daya di berbagai tingkatan. Hal ini digunakan untuk menggambarkan sumber dalam sebuah kelompok, sumber tunggal, atau bagian suatu komponen dari sumber yang lebih besar, seperti foto dalam sebuah artikel.
Metadata Deskriptif
Metadata deskriptif (Descriptive Metadata) dapat diartikan sebagai metadata yang menjelaskan suatu sumber untuk tujuan mencari dan mengidentifikasi suatu data. Dalam kepustakaan elemen yang termasuk dalam hal ini adalah judul, abstrak, penulis, dan kata kunci. Sementara itu untuk keperluan statistik, salah satu metadata deskriptif yang telah ada adalah metadata kegiatan statistik. Metadata kegiatan statistik sesuai dengan GSBPM terdiri dari sembilan tahapan yaitu penentuan keperluan data (specify needs), desain (design), menyusunan (build), pengumpulan (collect), pengolahan (process), analisis (analyze), diseminasi (diseminate), pengarsipan (archive), dan evaluasi (evaluate).
Beberapa informasi yang terdapat dalam metadata kegiatan statistik diantaranya adalah (1) penyelenggara kegiatan, (2) latar belakang, yang meliputi tujuan kegiatan dan referensi atau acuan studi yang digunakan, (3) metodologi penyelenggaraan yang terdiri dari metode pengumpulan data, metode pengolahan, metode analisis, jadwal, dan cakupan (4) kualitas mutu terdiri dari pengawasan dan sampling error, (5) pengolahan yang meliputi penyuntingan dan penyandian serta validasi dan pengecekan, (6) penyajian dan analisis yang dilakukan baik level penyajian maupun kedalaman analisis, (7) penyebaran (diseminasi).
Untuk dapat memperoleh gambaran secara lebih jelas mengenai metadata deskriptif yang ada di BPS dapat melihat pada pedoman pengelolaan rujukan statistik atau mengunjungi website dengan alamat http://sirusa.bps.go.id.
Metadata Struktural
Metadata struktural (Structural Metadata) merupakan metadata yang mengindikasikan teknis pembuatan suatu data. Dalam bidang kepustakaan dapat berupa bagaimana penggabungan atau pemaduan suatu objek yang diletakan secara bersama-sama. Misalnya bagaimana halaman-halaman diurutkan untuk membentuk suatu bab.
Sementara itu dalam bidang statistik bisa berupa bagaimana suatu data tersebut dihasilkan. Misalnya
Data produksi. Metadatanya adalah produksi dihitung dari output dibagi dengan input.
Data pendapatan. Metadatanya adalah pendapatan dihitung dari gaji ditambah lembur ditambah transfer dikurangi dengan utang.
Metadata Administrasi
Metadata Administrasi (Administrative Metadata) merupakan metadata yang berisi informasi penjelas untuk membantu pengelolaan suatu sumber daya seperti kapan dan bagaimana sesuatu dibuat, jenis file dan informasi teknis lain, dan bagaimana dapat mengaksesnya. Dalam metadata administratif ini terdapat beberapa subset, yang sering dimasukkan dalam metadata ini adalah rights management metadata dan preservation metadata.
Rights management metadata merupakan metadata yang berkaitan dengan hak cipta (property rights). Sementara itu, preservation metadata berisi informasi yang diperlukan untuk menyimpan dan melindungi sebuah sumber daya.
Contoh metadata administrasi adalah katalog perpustakaan. Selain itu, salah satu metadata administrasi dapat dilihat juga pada http://repository-dev.bps.go.id.
Manfaat Metadata
Metadata bermanfaat bagi banyak pihak, yaitu bagi pengembang data, pengguna, maupun organisasi.
a. Pengembang Data
Bagi pengembang data, metadata dapat menghindari duplikasi, membagikan informasi yang sebenarnya, mempublikasikan usaha, mengurangi beban kerja, dan menjadi dokumentasi Informasi data
b. Pengguna Data
Bagi pengguna data metadata dapat memudahkan pencarian maupun evaluasi informasi baik dari dalam maupun luar organisasi, memudahkan mendapatkan data yang ada dan sesuai dengan kebutuhannya, dan memudahkan dalam mengidentifikasi bagaimana data tersebut diperoleh, dihitung, dan diestimasi
c. Organisasi
Bagi organisasi atau institusi, metadata dapat berguna untuk memudahkan Pengelolaan data sebagai investasi organisasi, Dokumentasi yang meliputi tahapan pengolahan data, pengendalian mutu, definisi, penggunaan data, keterbatasan, dan sebagainya. Selain itu, metadata melebihi orang untuk mengingat keberadaan data, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Pada sisi lain, metadata dapat juga sebagai iklan yang menjelaskan serangkaian data dalam sebuah katalog, referensi pembagian data keluar yaitu sebagai penjelasan untuk dimengerti orang lain secara benar, serta membantu instansi lain yang berpotensi menggunakan data.
Istilah metadata saat ini digunakan oleh berbagai kalangan sehingga batasan metadata yang digunakan dapat berbeda dalam komunitas yang berbeda. Sebagian menggunakan untuk merujuk pada informasi yang dapat dipahami tentang suatu peralatan atau mesin. Sementara yang lain menggunakan hanya untuk menggambarkan perekaman sumber elektronik. Dalam kepustakaan lingkungan misalnya, metadata biasanya digunakan untuk berbagai skema formal yang berkaitan dengan deskripsi sumber daya yang penerapannya untuk berbagai jenis objek, baik digital maupun non-digital. Dalam katalog perpustakan tradisional, bentuk metadata standar seperti MARC 21 dan berbagai rangkaian aturan yang digunakannya seperti AACR2. Metadata yang lain dikembangkan untuk menggambarkan berbagai jenis objek tekstual maupun non-tekstual termasuk buku-buku yang dipublikasikan, dokumen-dokumen elektronik, objek seni, materi pendidikan dan pelatihan, dan serangkaian data ilmiah.
Dalam Generic Statistical Business Process Model (GSBPM), metadata perlu ada mulai perencanaan hingga diseminasi statistik. Adapaun metadata statistik merupakan informasi yang menggambarkan atau mendokumentasikan tentang data statistik. Metadata statistik memfasilitasi pembagian, pencarian, dan pemahaman data statistik. Dengan metadata statistik akan diperoleh gambaran yang lebih detail seperti terminologi dan definisi, klasifikasi, lokasi data statistik, metodologi, dan publikasinya.
Menurut Lenz (1994) terdapat dua jenis data statistik yaitu data mikro dan data makro. Data mikro merupakan data tentang karakteristik unit populasi seperti individu, rumah tangga, perusahaan, dan sebagainya yang dikumpulkan dengan cara sensus, survei, dan eksperimen. Data makro merupakan data yang dibangun dari data mikro dengan cara-cara statistik berdasarkan kelompok atau agregat, seperti jumlah, frekuensi, dan rata-rata.
Berdasarkan Undang-Undang no 16/1997 tentang Statistik, di Indonesia kegiatan statistik dibagi menjadi tiga yaitu kegiatan statistik dasar, sektoral, dan khusus. Dengan demikian, metadata kegiatan statistik yang dikumpulkan juga dapat dikelompokkan menjadi tiga mengikuti pembagiannya. Metadata kegiatan statistik dapat dilihat lebih detail dalam http://sirusa.bps.go.id.
Terdapat beberapa pengelompokan metadata. Ada yang membagi metadata menjadi metadata deksriptif, teknis, dan fisik. Ada pula yang mengelompokkan menjadi metadata deskriptif, structural, dan administrasi. Walaupun demikian, istilah-istilah tersebut relatif memiliki kemiripan. Misalnya metadata struktural lebih mirip dengan metadata teknis, sedangkan metadata administrasi mirip dengan metadata fisik. Apapun pengelompokkan metadata yang berkembang saat ini, dalam pembahasan ini pembagian akan dilakukan sebagaimana terdapat dalam NISO, yaitu deskriptif, struktural, dan fisik.
Metadata dapat menjelaskan sumber daya di berbagai tingkatan. Hal ini digunakan untuk menggambarkan sumber dalam sebuah kelompok, sumber tunggal, atau bagian suatu komponen dari sumber yang lebih besar, seperti foto dalam sebuah artikel.
Metadata Deskriptif
Metadata deskriptif (Descriptive Metadata) dapat diartikan sebagai metadata yang menjelaskan suatu sumber untuk tujuan mencari dan mengidentifikasi suatu data. Dalam kepustakaan elemen yang termasuk dalam hal ini adalah judul, abstrak, penulis, dan kata kunci. Sementara itu untuk keperluan statistik, salah satu metadata deskriptif yang telah ada adalah metadata kegiatan statistik. Metadata kegiatan statistik sesuai dengan GSBPM terdiri dari sembilan tahapan yaitu penentuan keperluan data (specify needs), desain (design), menyusunan (build), pengumpulan (collect), pengolahan (process), analisis (analyze), diseminasi (diseminate), pengarsipan (archive), dan evaluasi (evaluate).
Beberapa informasi yang terdapat dalam metadata kegiatan statistik diantaranya adalah (1) penyelenggara kegiatan, (2) latar belakang, yang meliputi tujuan kegiatan dan referensi atau acuan studi yang digunakan, (3) metodologi penyelenggaraan yang terdiri dari metode pengumpulan data, metode pengolahan, metode analisis, jadwal, dan cakupan (4) kualitas mutu terdiri dari pengawasan dan sampling error, (5) pengolahan yang meliputi penyuntingan dan penyandian serta validasi dan pengecekan, (6) penyajian dan analisis yang dilakukan baik level penyajian maupun kedalaman analisis, (7) penyebaran (diseminasi).
Untuk dapat memperoleh gambaran secara lebih jelas mengenai metadata deskriptif yang ada di BPS dapat melihat pada pedoman pengelolaan rujukan statistik atau mengunjungi website dengan alamat http://sirusa.bps.go.id.
Metadata Struktural
Metadata struktural (Structural Metadata) merupakan metadata yang mengindikasikan teknis pembuatan suatu data. Dalam bidang kepustakaan dapat berupa bagaimana penggabungan atau pemaduan suatu objek yang diletakan secara bersama-sama. Misalnya bagaimana halaman-halaman diurutkan untuk membentuk suatu bab.
Sementara itu dalam bidang statistik bisa berupa bagaimana suatu data tersebut dihasilkan. Misalnya
Data produksi. Metadatanya adalah produksi dihitung dari output dibagi dengan input.
Data pendapatan. Metadatanya adalah pendapatan dihitung dari gaji ditambah lembur ditambah transfer dikurangi dengan utang.
Metadata Administrasi
Metadata Administrasi (Administrative Metadata) merupakan metadata yang berisi informasi penjelas untuk membantu pengelolaan suatu sumber daya seperti kapan dan bagaimana sesuatu dibuat, jenis file dan informasi teknis lain, dan bagaimana dapat mengaksesnya. Dalam metadata administratif ini terdapat beberapa subset, yang sering dimasukkan dalam metadata ini adalah rights management metadata dan preservation metadata.
Rights management metadata merupakan metadata yang berkaitan dengan hak cipta (property rights). Sementara itu, preservation metadata berisi informasi yang diperlukan untuk menyimpan dan melindungi sebuah sumber daya.
Contoh metadata administrasi adalah katalog perpustakaan. Selain itu, salah satu metadata administrasi dapat dilihat juga pada http://repository-dev.bps.go.id.
Manfaat Metadata
Metadata bermanfaat bagi banyak pihak, yaitu bagi pengembang data, pengguna, maupun organisasi.
a. Pengembang Data
Bagi pengembang data, metadata dapat menghindari duplikasi, membagikan informasi yang sebenarnya, mempublikasikan usaha, mengurangi beban kerja, dan menjadi dokumentasi Informasi data
b. Pengguna Data
Bagi pengguna data metadata dapat memudahkan pencarian maupun evaluasi informasi baik dari dalam maupun luar organisasi, memudahkan mendapatkan data yang ada dan sesuai dengan kebutuhannya, dan memudahkan dalam mengidentifikasi bagaimana data tersebut diperoleh, dihitung, dan diestimasi
c. Organisasi
Bagi organisasi atau institusi, metadata dapat berguna untuk memudahkan Pengelolaan data sebagai investasi organisasi, Dokumentasi yang meliputi tahapan pengolahan data, pengendalian mutu, definisi, penggunaan data, keterbatasan, dan sebagainya. Selain itu, metadata melebihi orang untuk mengingat keberadaan data, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Pada sisi lain, metadata dapat juga sebagai iklan yang menjelaskan serangkaian data dalam sebuah katalog, referensi pembagian data keluar yaitu sebagai penjelasan untuk dimengerti orang lain secara benar, serta membantu instansi lain yang berpotensi menggunakan data.
Komentar
Posting Komentar